PERMAINAN TRADISIONAL INDONESIA TERANCAM PUNAH - MEMPRIHATINKAN !
| 15.42.00 |
loading...
Permainan tradisional di Indonesia sangat banyak. Setiap daerah mempunyai permainan tradisional. Namun, sekarang permainan tradisional terancam punah. Banyaknya permainan modern menggeser permainan tradisional. Permainan modern yang cenderung berbentuk permainan elektronik lebih di sukai walaupun untuk mendapatkannya kita harus mengeluarkan uang yang bisa di bilang tidaklah sedikit. Memang, permainan modern dapat di mainkan di mana saja dan kapan saja. Tetapi, tahukah sobat, bahwa permainan modern sekarang cenderung membentuk sikap individualis. Bagaimana tidak. Sebut saja PS, untuk memainkannya kita hanya cukup di kamar atau di rumah saja. Seseorang menjadi asyik dengan dirinya sendiri, lupa dengan keadaan sekitar. Sebenarnya dalam permainan tradisional bukan hanya sekedar bermain, tetapi di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur kehidupan.
Apa sajakah nilai-nilai luhur itu?
Permainan Ketangkasan
Sebagian besar permainan tradisional di lakukan dengan bergerak seperti berjalan, berlari, melompat. Pada permainanyang memerlukan gerak tersebut, kita harus tangkas untuk bisa menjadi pemenang, sebagai contoh dalam permainan egrang. Cara memainkannya mudah, berjalan menggunakan egrang dan, membutuhkan keseimbangan agar jangan sampai terjatuh. Siapa yang cepat dan tidak terjatuh, dialah pemenangnya.
Latihan Keberanian
Sobat pernah melihat lomba panjat pinang? Untuk dapat meraih hadiah yang di gantungkan di atas pohon pinang, tentu di butuhkan keberanian yang luar biasa. Tanpa itu, mereka tak kan sampai ke atas melalui batang pohon pinag yang sudah di lumuri minyak. Sama halnya untuk mencapai cita-cita di butuhkan keberanian. Salah satu ciri orang sukses adalah berani menerima tantangan dan menanggung resiko.
Tolong menolong
Hampir semua permainan tradisional di lakukan secara berkelompok. Peserta dalam permainan biasanya relative banyak. Dalam bermain bersama di perlukan sikap tolong menolong. Kalau tidak, tim atau kelompok tidak akan menang. Selain itu, dengan berkelompok, kalian akan belajar bersikap toleransi dan empati terhadap orang lain. Permainan yang di lakukan secara berkelompok akan menghilangkan egoism pribadi. Berbeda dengan permainan modern yang di dominasi naluri ingin menang sendiri dan melumpuhkan musuh.
Permainan Berlatih Kejujuran
Dalam permainan tradisional terkandung nilai kejujuran. Untuk menentukan pemain yang kalah dan menang di lakukan suten atau hompimpa. Suten maupun hompimpa harus di lakukan dengan jujur. Pemain yang yang curang dalam bermain tidak akan di ajak bermain lagi. Hal itu akan terbawa sampai mereka dewasa. Tak hanya ketika bermain, dalam kehidupan sehari-haripun perilaku jujur sangat di butuhkan.
Permainan Kreativitas
Karena pada zaman dahulu belum banyak toko mainan seperti sekarang, ketika akan bermain haruslah membuat mainannya terlebih dahulu. Seperti membuat mobil-mobilan dari kulit jeruk bali (serabut kelapa) atau membuat wayang dari daun singkong. Kebanyakan alat dan bahan untuk membuat permainan sangat mudah di dapatkan. Apabila tidak adapun bisa di ganti dengan bahan lain. Semisal permainan congklak. Tidak harus menggunakan papan congklak tetapi bisa diganti dengan melunbangi tanah sehingga menyerupai bentuk papan congklak. Demikian juga dengan aturan permainannya. Biasanya hanya kesepakatan para pemain sehingga para pemain di tuntut untuk kreatif menciptakan aturan-aturan yang sesuai dengan keadaan mereka.
Permainan Cinta Lingkungan
Hamper semua permainan tradisional di lakukan di luar rumah, biasanya di lapangan, kebun, atau pekarangan rumah. Banyak alat permainannya yang juga di buat atau diambil dari lingkungan sekitar, seperti tumbuhan, tanah, genting, batu, dan pasir. Tanpa di sadari, kegiatan tersebut mendekatkan kita kepada alam sekitar sehingga kita bisa lebih menyatu dengan alam dan mencintai lingkungan.
Sebenarnya, selain hal yang di sebutkan di atas, masih banyak nilai-nilai yang terkandung dalam permainan tradisional. Seperti kegembiraan, belajar hidup bersama, kedisiplinan, tanggung jawab, lapang dada, ketaatan, kewaspadaan, dan saling percaya.
Apa sajakah nilai-nilai luhur itu?
Permainan Ketangkasan
Sebagian besar permainan tradisional di lakukan dengan bergerak seperti berjalan, berlari, melompat. Pada permainanyang memerlukan gerak tersebut, kita harus tangkas untuk bisa menjadi pemenang, sebagai contoh dalam permainan egrang. Cara memainkannya mudah, berjalan menggunakan egrang dan, membutuhkan keseimbangan agar jangan sampai terjatuh. Siapa yang cepat dan tidak terjatuh, dialah pemenangnya.
Latihan Keberanian
Sobat pernah melihat lomba panjat pinang? Untuk dapat meraih hadiah yang di gantungkan di atas pohon pinang, tentu di butuhkan keberanian yang luar biasa. Tanpa itu, mereka tak kan sampai ke atas melalui batang pohon pinag yang sudah di lumuri minyak. Sama halnya untuk mencapai cita-cita di butuhkan keberanian. Salah satu ciri orang sukses adalah berani menerima tantangan dan menanggung resiko.
Tolong menolong
Hampir semua permainan tradisional di lakukan secara berkelompok. Peserta dalam permainan biasanya relative banyak. Dalam bermain bersama di perlukan sikap tolong menolong. Kalau tidak, tim atau kelompok tidak akan menang. Selain itu, dengan berkelompok, kalian akan belajar bersikap toleransi dan empati terhadap orang lain. Permainan yang di lakukan secara berkelompok akan menghilangkan egoism pribadi. Berbeda dengan permainan modern yang di dominasi naluri ingin menang sendiri dan melumpuhkan musuh.
Permainan Berlatih Kejujuran
Dalam permainan tradisional terkandung nilai kejujuran. Untuk menentukan pemain yang kalah dan menang di lakukan suten atau hompimpa. Suten maupun hompimpa harus di lakukan dengan jujur. Pemain yang yang curang dalam bermain tidak akan di ajak bermain lagi. Hal itu akan terbawa sampai mereka dewasa. Tak hanya ketika bermain, dalam kehidupan sehari-haripun perilaku jujur sangat di butuhkan.
Permainan Kreativitas
Karena pada zaman dahulu belum banyak toko mainan seperti sekarang, ketika akan bermain haruslah membuat mainannya terlebih dahulu. Seperti membuat mobil-mobilan dari kulit jeruk bali (serabut kelapa) atau membuat wayang dari daun singkong. Kebanyakan alat dan bahan untuk membuat permainan sangat mudah di dapatkan. Apabila tidak adapun bisa di ganti dengan bahan lain. Semisal permainan congklak. Tidak harus menggunakan papan congklak tetapi bisa diganti dengan melunbangi tanah sehingga menyerupai bentuk papan congklak. Demikian juga dengan aturan permainannya. Biasanya hanya kesepakatan para pemain sehingga para pemain di tuntut untuk kreatif menciptakan aturan-aturan yang sesuai dengan keadaan mereka.
Permainan Cinta Lingkungan
Hamper semua permainan tradisional di lakukan di luar rumah, biasanya di lapangan, kebun, atau pekarangan rumah. Banyak alat permainannya yang juga di buat atau diambil dari lingkungan sekitar, seperti tumbuhan, tanah, genting, batu, dan pasir. Tanpa di sadari, kegiatan tersebut mendekatkan kita kepada alam sekitar sehingga kita bisa lebih menyatu dengan alam dan mencintai lingkungan.
Sebenarnya, selain hal yang di sebutkan di atas, masih banyak nilai-nilai yang terkandung dalam permainan tradisional. Seperti kegembiraan, belajar hidup bersama, kedisiplinan, tanggung jawab, lapang dada, ketaatan, kewaspadaan, dan saling percaya.
